Monday, 23 August 2021

Tugas 3 - ICT

 Website statis 

Saturday, 5 August 2017

Tugas Mandiri Android Studio

    Assalamu'alaikum Warrahmatullah Wabarakaatuh

    Nama : Farah Hidayatul Afifah
    Kelas : XII RPL 1 
    SMK NEGERI 1 DEPOK

    1.       Attribut value :

android:text
android:textColor
android:background
android:Layout_width
android:Layout_high

    2.        <TextView
    android:text="Hello Word!"
    android:textColor="@android:color/black"
    android:background="#3308a8"
    android:layout_width="200dp"
    android:layout_height="200dp"/>


    3.       Backgroud hanya bisa menggunakan hastag
Tulisan layout tidak boleh menggunakan huruf L besar
Kurangnya tanda “/” di line 6 sebelum tanda “>”

    4.       px : Pixels - berkorespondensi dengan piksel yang sebenarnya pada layar. dp : Density-independent     Pixels - unit abstrak yang didasarkan pada kepadatan fisik layar. Unit ini relatif terhadap layar             170dpi, jadi satu dp adalah satu piksel pada layar 170 dpi. Rasio dp-to-pixel akan berubah dengan       kepadatan layar, tetapi tidak harus dalam proporsi langsung.

    5.       <LinearLayout
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="match_parent"
    android:orientation="vertical">
   
<TextView
    android:text="Farah Hidayatul Afifah"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="0dp"
    android:layout_weight="1"
    android:textSize="36sp"
    android:fontFamily="sans-serif-light"
    android:textColor="@android:color/black"
    android:background="#f44242"
    android:padding="20dp"
    android:gravity="center"/>
   
<TextView
    android:text="XII RPL 1"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="0dp"
    android:layout_weight="1"
    android:textSize="36sp"
    android:fontFamily="sans-serif-light"
    android:textColor="@android:color/black"
    android:background="#028c20"
    android:padding="20dp"
    android:gravity="center"/>
   
<TextView
    android:text="SMK Negeri 1 Depok"
    android:layout_width="match_parent"
    android:layout_height="0dp"
    android:layout_weight="1"
    android:textSize="36sp"
    android:fontFamily="sans-serif-light"
    android:textColor="@android:color/black"
    android:background="#3308a8"
    android:padding="20dp"
    android:gravity="center"/>
   
</LinearLayout>

Monday, 3 April 2017

"Terlalu berharap itu memang tidak baik."



Hai malam...
Tahukah dirimu?
Terlalu berharap itu memang tidak baik.
Lantas?

Ya, harapan
Harapan itu muncul karena dirimu.
Dirimu yang memulai,
Namun dirimu yang mengakhiri secepat ini.
Apa maksudnya?
Mengakhiri saatku baru saja ingin memulainya.
Salahkah aku?
Salahkah aku karena sedari awal, sikap dingin lah yang ku tunjukkan padanya.
Andaikan dirimu tahu, maksud dari sikapku itu.
Maksud ku, hanya ingin menjaga diri.

Lalu, apakah arti salam darimu itu?
Salam hangat yang kau titipkan pada temanmu untukku.
Bolehkah aku bertanya perihal salam ini?
Yang selalu membuatku terngiang.
Membuatku berdo'a dan selalu berdo'a
Agar Tuhan menghilangkan bayanganmu dari sisiku.

Dan tahukah dirimu?
Aku selalu menyebut namamu di kehangatan langit malam.

Mungkin, itu hanya mimpi ku saja.
Tak mungkin dia tahu ini.
Dan salahku karena terlalu berharap padanya saat ini.

Apa yang terjadi padaku?
Dibutakan oleh kata 'rindu' ?

Apakah itu yang kurasakan saat ini?
Bintang, berilah sinar rembulan yang terang benderang.
Lalu disitulah aku akan mencari jawaban dari segala pertanyaan ku ini.


Untukmu yang jauh disana~
Depok, 3 April 2017.

Salam hangat dariku,
Farah

Thursday, 5 January 2017

Kucintai dirimu dalam diamku

Hai ukhti fillah, kali ini Saya akan Sharing-sharing tentang “Mencintai dalam diam”. Cinta? Cinta itu fitrah. Ga salah kok, kalau kita suka atau bahkan cinta pada seseorang. Tapi cinta yang bagaimana dulu nih, Kalau cinta nya di ekspresikan dengan sebuah hubungan yaitu pacaran. Ya jelas salah dong. Nih dibaca hadis yang satu ini^^



“Demi Allah, sungguh jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya.” (HR. Ath-Thabrani dan Al-Baihaqi dari Ma’qlil bin Yasar radhiyallahu ‘anhu, dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Ash-Shalihah no.226)

Sudah jelas disebutkan pada hadis tersebut bahwa jika kepala salah seorang dari kalian ditusuk dengan jarum dari besi, maka itu lebih baik dari menyentuh wanita yang tidak halal baginya. Nah, lalu bagaimana dengan cinta dalam diam? Cinta dalam diam itu Cinta yang tidak diumbar-umbar, Cinta yang hanya diri kita dan Allah yang mengetahui perasaan ini. Ya, memang mungkin rasanya itu sulit ya memendam rasa cinta ini. Kita tidak mengetahui apakah orang yang kita cintai, memiliki rasa yang sama terhadap kita atau tidak. Namun, jika benar cinta itu karena Allah maka biarkanlah ia mengalir mengikuti aliran Allah karena hakikatnya ia berhulu dari Allah maka ia pun berhilir hanya kepada Allah.

                Terkadang, mungkin kita sering kali merasakan sakit yang benar-benar sakit, sakit sekali menyimpan perasaan yang terus menerus tumbuh di dalam hati ini. Tetapi jika kita sudah mengetahui arti cinta dalam diam yang sebenarnya itu Ma Syaa Allah indahnya;)

     Cinta dengan mendo’akan dia dari kejauhan. Cukup cintai ia dalam diam dari kejauhan dengan kesederhanaan dan keikhlasan. Karena tiada yang tahu rencana Allah. Mungkin saja rasa ini ujian yang akan melapuk atau membeku dengan perlahan karena hati ini begitu mudah untuk dibolak-balikan… Biarkanlah bayang-bayangan cinta itu menghiasi hatimu, tapi jangan sampai kau terlena dengan cintamu yang semu di dunia fana ini. Ketauhilah ada Sang Pemilik Hati yang lebih indah dan sempurna untuk kau cintai,  Dialah Sang Maha Pencipta, Allah. Dan ingatlah selalu kutipan ayat dibawah ini :

“ Wanita-wanita yang tidak baik untuk laki-laki yang tidak baik, dan laki-laki yang tidak baik adalah untuk wanita yang tidak baik pula. Wanita yang .baik untuk lelaki yang baik dan lelaki yang baik untuk wanita yang baik. (Qs. An Nur:26)

            Saat ini yang harus kita lakukan adalah sama sama berubah menjadi yang lebih baik:)
Hamasah ukti fillah^^

Sumber foto : Berani Berhijrah


Created by : Farah Hidayatul Afifah

Wednesday, 4 January 2017

Hijrahku – Allah sang pembuat Skenario terindah


Disini aku ingin mencurahkan sedikit pengalaman yang mungkin bisa dijadikan suatu pelajaran penting bagi kalian yang memutuskan untuk tidak berpacaran lagi. keputusan yang kalian ambil sungguhlah benar sebelum pada nantinya kalian menyesal telah terjerumus dikehidupan orang-orang yang berpacaran.


Cerita ku dimulai dari aku masih duduk di bangku smp dimana aku mulai mengenal pergaulan dengan lawan jenis. Disanalah aku sudah mulai untuk berpacaran. Awalnya, aku bingung ingin menerima dia untuk menjadi kekasihku atau tidak. Tapi, pada saat itulah teman-teman dekatku menyuruhku untuk berpacaran dengannya. Mereka berkata “Udah, terima aja sih. Dia kan beda agama sama kamu. Aku yakin nantinya kamu bisa membawanya untuk pindah agama ke agama yang sama kok”. Dan dengan polosnya, Aku mengikuti perintah dari teman-temanku tersebut. Dia (kekasihku) menawarkan aku untuk di jemput kerumah dan mengantar pulang. Namun, Aku menolak tawaran itu. Jujur, aku masih belum terbiasa untuk menjalani kisah cinta ini selayaknya sepasang kekasih. Lalu, Dia juga mengajakku untuk mengobrol bersama di depan kelas setiap istirahat, bertingkah laku seperti orang yang berpacaran. Tetapi, aku tetap saja malu dan menolak. Aku malu setiap kali bertemu dengan teman-temanku yang selalu mengingatkan ku untuk tilawah, mengajarkan ku untuk belajar berhijab syar’I, mengingatkanku dan selalu mengajakku untuk Sholat Dzuhur berjama’ah di Masjid. Aku malu, kerap kali bertemu dengan mereka. Dan, akhirnya seiring berjalan nya waktu mereka pun tahu akan hubungan yang kujalin dengan kekasihku. Aku pun semakin terbawa zaman pergaulan ini, menikmati sebuah hubungan yang sering disebut “pacaran”, walaupun tak pernah berpegangan tangan atau apapun. Tetapi, tetap saja ya ini hubungan yang tidak halal.
Saat itu, ada suatu masalah yang terjadi antara aku dan dia. Dan, dia mengajakku untuk mengakhiri hubungan ini. Aku sudah nyaman dengan dia, ada rasa tak ingin tuk mengakhiri hubungan ini, namun aku masih sadar bahwa hubungan ini tidak halal. Ya, akhirnya berakhirlah sudah hubungan ini. Tetapi, setalah itu, Aku galau, terus saja memikirkan dia. Sampai akhirnya Ujian Nasional tiba, dan setelah hasilnya keluar itu sangat mengecewakan, Keluargaku sangat kecewa kepadaku. Aku menyesal karena tidak dapat bersekolah di SMA impianku. Dari kejadian inilah, ada kemauan dalam diriku untuk berubah. Hijab yang menempel di kepalaku menjadi simbol perubahan ku untuk berubah menjadi lebih baik. aku tak mudah diremehkan lagi, aku adalah wanita yang seharusnya dilindungi. Allah membuat kesendirian ini untuk memperbaiki diriku, untuk semakin mendekatkanku dengan-Nya.
Saat ini aku merasa sangat bahagia dengan kesendirianku. Aku tak iri dengan mereka-mereka yang memilih bahagia bersama kekasihnya. Aku sudah melewati masa itu, sekarang yang aku inginkan adalah bagaimana aku sukses didalam karierku dan lulus kuliah ku dengan nilai yang baik. In Syaa Allah jodoh pun akan datang dengan sendirinya seiring dengan kesuksesanku. janji Allah itu pasti. Wanita yang baik akan bersanding dengan laki-laki yang baik pula.
          Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Qs.2:218

Berdasarkan kutipan di atas, Orang-orang yang sedang berubah menjadi lebih baik lagi mereka mengharapkan ampunan dari Allah atas masa lalunya yang kelam. Dan sungguh Allah maha pengampun lagi maha penyayang.

Tuesday, 3 January 2017

“Hujan”


Rintik-rintik membasahi diriku dikala itu
Semakin berjalan waktu, rintik-rintik yang semula sedikit berubah menjadi banyak
Tak sadar, tubuhku terbasahi oleh rintik-rintik itu
Dikala itu, Engkau yang melindungiku
Engkau yang melindungiku dari rintik-rintik yang sangat banyak itu
Masih terbayang di pikiranku, hangatnya pelukmu
Serta kasih sayangmu yang kau berikan saat itu
Dikala itu, hanya Kau yang ada untukku
Butiran-butiran air hujan yang menjadi saksi kisah kita
Setiap detik akan selalu menjadi hal yang berharga
Setiap detik pula, selalu ku manfaatkan waktu bersamamu
Ricuhnya keadaan sama sekali tak menganggu kita
Kurindu dirimu
Kurindu pelukmu
Kurindu kasih sayangmu
Kurindu semua kenanganku bersamamu
Hanya bersamamu, kurasakan semua itu
Kenyamanan, dan kesejukkan
Namun, kini?
Dimanakah dirimu berada?
Kumohon hadir kembali disisiku
Hati ini sangat rindu
Rindu akan semua kenangan itu
Hujan…
Saat melihatmu, Aku selalu mengingatnya
Karena mu lah, Aku pun selalu mengingat kenangan itu
Dan karena mu pula Aku tak ingin melupakan nya
Kenangan diriku dan dirinya akan mengalir bersama hujan

Selamanya
Copy Right : Farah Hidayatul Afifah @2017

Sunday, 27 November 2016

* Long Time No See -1 years- *






Lama tak berjumpa denganmu,
1 tahun berlalu, hidupku tanpa kehadiran dirimu
Hati ini hampa, seperti malam yang tak ada penerang rembulan dan bintang-bintang nya


Malam itu, kubuka social media ku
Terdapat sebuah post foto yang ternyata adalah dirimu
Aku tercengang
Karena yang kulihat dari kau, adalah bukan kau yang kukenal
"Hmm, sekarang dia udah banyak berubah ya"
Itulah yang terlintas di benakku saat itu


Ku takut perubahan dalam dirinya itu salah satunya terkait denganku
Ku takut dirinya kini sudah tak mengingatku
Ku takut dirinya melupakan semua kenangan indah persahabatan kita


Aku selalu menantikan,
Saat saat dimana aku dapat melihat wajahmu di kehidupan ini walaupun hanya sejenak
Aku selalu menantikan,
Saat saat dimana aku dan kau dapat bercanda ria seperti saat itu
Kurindu dirimu
Kurindu dirimu disisiku


Maafkan aku
Maafkan diriku yang tak dapat menjaga mu dari kedekatan dunia
Tetapi, Aku bersyukur


Aku bersyukur masih dapat menjagamu lewat do'a
Karena ku mengerti dan percaya bahwa : 
"Kekuatan do'a melebihi segalanya.
Dimanapun kau berada,
do'a yang kukirimkan pasti akan terkirim,
dan bahkan hingga menembus langit biru yang indah diatas sana"

To : fhm
From : fha