Tuesday, 30 August 2016

Pelangi



Hai pelangi,

Kau sangat indah
Indahnya dirimu sama seperti dirinya
Eloknya dirimu sama seperti dirinya
Selalu menghiasi hidupku, dengan warna warna mu yang sangat indah

Pelangi, mengapa setiap melihatmu,
Aku selalu mengingat nya?
Warna warni rupamu, begitu pula kurasakan di hidupku

Pelangi, dirimu bagai dirinya
Dirimu yang muncul setelah hujan,
Seperti dirinya yang muncul setelah jatuhnya air mataku.
Dirinya yang dahulu, selalu hadir menghiasi warna warni hidupku.

Namun, kini dirinya telah pergi.
Telah pergi dan takkan kembali.
Tetapi, sampai kapanpun aku akan tetap menunggunya.
Sama seperti aku menunggu mu setelah hujan turun.

Pelangi,
Aku ingin dapat melihatmu setiap saat,
Sama seperti dulu aku melihatnya.
Namun, rasanya itu tak akan mungkin.
Tak akan mungkin karena aku tahu,
Pelangi hanya muncul disaat setelah hujan turun.
Begitu pula dengan dirinya, yang dulu muncul disaat jatuhnya air mataku.

Terima kasih pelangi,
Karena walaupun aku tak dapat melihatnya lagi, aku masih dapat melihat dirimu.
Aku masih dapat melihat kenangan ku bersamanya dahulu,
Saat aku melihatmu...

Monday, 22 August 2016

Pergi bersama Angin.













 Angin..
Bawa aku pergi, angin...
Bawa aku pergi semaumu.
Bawa aku terbang tinggi, dan tersenyum bahagia.
Bawa aku pergi mengelilingi dunia ini.

Angin..
Jika diperkenankan tuk jujur
Aku ingin sekali menyampaikan rinduku padanya melewatimu
Namun, apakah pantas?
Apakah pantas aku menyampaikan rinduku padanya?

Ya, dia.
Dia yang selama ini selalu kurindukan.
Dia yang selama ini selalu kunantikan.
Dia yang selama ini selalu hadir dalam pikiran.

Hai angin,
Kaulah saksi atas semua kisah ini.
Kisah kasih yang ku rasakan dahulu kala.
Kisah rindu ku padanya.

Kini, dia telah pergi.
Dia telah pergi dan takkan pernah kembali kepadaku.
Semudah itu dia melupakanku.
Tetapi, mengapa begitu sulit aku melupakannya?

Angin,
Bawalah kenanganku pergi bersamamu.
Bawalah anganku yang gagal kulakukan bersama nya pergi denganmu.
Bawalah semua kerinduanku kepadanya yang telah gugur ini.

Angin,
Biarlah kenangan ku bersama nya menjadi daun yang mengering.
Daun yang mengering kemudian hancur, lalu kau bawa terbang sesuka hatimu.
Bantu aku angin, bantu aku membiarkan kenangan ku ini selayaknya daun itu.

Angin,
Bawa aku pergi.
Bawa aku pergi untuk melupakan semua ini.
Bawa aku pergi dan jangan biarkan tuk bertemu dia kembali.




Untukmu yang jauh disana





Farah Hidayatul
Depok, 22 Agustus 2016