Disini aku ingin mencurahkan sedikit pengalaman yang
mungkin bisa dijadikan suatu pelajaran penting bagi kalian yang memutuskan
untuk tidak berpacaran lagi. keputusan yang kalian ambil sungguhlah benar
sebelum pada nantinya kalian menyesal telah terjerumus dikehidupan orang-orang
yang berpacaran.
Cerita ku dimulai dari aku masih duduk di bangku smp dimana
aku mulai mengenal pergaulan dengan lawan jenis. Disanalah aku sudah mulai
untuk berpacaran. Awalnya, aku bingung ingin menerima dia untuk menjadi
kekasihku atau tidak. Tapi, pada saat itulah teman-teman dekatku menyuruhku
untuk berpacaran dengannya. Mereka berkata “Udah,
terima aja sih. Dia kan beda agama sama kamu. Aku yakin nantinya kamu bisa
membawanya untuk pindah agama ke agama yang sama kok”. Dan dengan polosnya,
Aku mengikuti perintah dari teman-temanku tersebut. Dia (kekasihku) menawarkan
aku untuk di jemput kerumah dan mengantar pulang. Namun, Aku menolak tawaran
itu. Jujur, aku masih belum terbiasa untuk menjalani kisah cinta ini selayaknya
sepasang kekasih. Lalu, Dia juga mengajakku untuk mengobrol bersama di depan
kelas setiap istirahat, bertingkah laku seperti orang yang berpacaran. Tetapi,
aku tetap saja malu dan menolak. Aku malu setiap kali bertemu dengan
teman-temanku yang selalu mengingatkan ku untuk tilawah, mengajarkan ku untuk
belajar berhijab syar’I, mengingatkanku dan selalu mengajakku untuk Sholat
Dzuhur berjama’ah di Masjid. Aku malu, kerap kali bertemu dengan mereka. Dan,
akhirnya seiring berjalan nya waktu mereka pun tahu akan hubungan yang kujalin
dengan kekasihku. Aku pun semakin terbawa zaman pergaulan ini, menikmati sebuah
hubungan yang sering disebut “pacaran”, walaupun tak pernah berpegangan tangan
atau apapun. Tetapi, tetap saja ya ini hubungan yang tidak halal.
Saat itu, ada suatu masalah yang terjadi antara aku dan
dia. Dan, dia mengajakku untuk mengakhiri hubungan ini. Aku sudah nyaman dengan
dia, ada rasa tak ingin tuk mengakhiri hubungan ini, namun aku masih sadar
bahwa hubungan ini tidak halal. Ya, akhirnya berakhirlah sudah hubungan ini.
Tetapi, setalah itu, Aku galau, terus
saja memikirkan dia. Sampai akhirnya Ujian Nasional tiba, dan setelah hasilnya
keluar itu sangat mengecewakan, Keluargaku sangat kecewa kepadaku. Aku menyesal
karena tidak dapat bersekolah di SMA impianku. Dari kejadian inilah, ada
kemauan dalam diriku untuk berubah. Hijab yang menempel di kepalaku menjadi
simbol perubahan ku untuk berubah menjadi lebih baik. aku tak mudah diremehkan
lagi, aku adalah wanita yang seharusnya dilindungi. Allah membuat kesendirian
ini untuk memperbaiki diriku, untuk semakin mendekatkanku dengan-Nya.
Saat ini aku merasa sangat bahagia dengan kesendirianku. Aku
tak iri dengan mereka-mereka yang memilih bahagia bersama kekasihnya. Aku sudah
melewati masa itu, sekarang yang aku inginkan adalah bagaimana aku sukses
didalam karierku dan lulus kuliah ku dengan nilai yang baik. In Syaa Allah
jodoh pun akan datang dengan sendirinya seiring dengan kesuksesanku. janji
Allah itu pasti. Wanita yang baik akan bersanding dengan laki-laki yang baik
pula.
Allah SWT berfirman :
“Sesungguhnya orang-orang yang beriman,
orang-orang yang berhijrah dan berjihad di jalan Allah, mereka itu mengharapkan
rahmat Allah, dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” Qs.2:218
Berdasarkan kutipan di atas, Orang-orang yang
sedang berubah menjadi lebih baik lagi mereka mengharapkan ampunan dari Allah
atas masa lalunya yang kelam. Dan sungguh Allah maha pengampun lagi maha
penyayang.







0 comments:
Post a Comment