Angin..
Bawa aku pergi, angin...
Bawa aku pergi semaumu.
Bawa aku terbang tinggi, dan tersenyum bahagia.
Bawa aku pergi mengelilingi dunia ini.
Angin..
Jika diperkenankan tuk jujur
Aku ingin sekali menyampaikan rinduku padanya melewatimu
Namun, apakah pantas?
Apakah pantas aku menyampaikan rinduku padanya?
Ya, dia.
Dia yang selama ini selalu kurindukan.
Dia yang selama ini selalu kunantikan.
Dia yang selama ini selalu hadir dalam pikiran.
Hai angin,
Kaulah saksi atas semua kisah ini.
Kisah kasih yang ku rasakan dahulu kala.
Kisah rindu ku padanya.
Kini, dia telah pergi.
Dia telah pergi dan takkan pernah kembali kepadaku.
Semudah itu dia melupakanku.
Tetapi, mengapa begitu sulit aku melupakannya?
Angin,
Bawalah kenanganku pergi bersamamu.
Bawalah anganku yang gagal kulakukan bersama nya pergi denganmu.
Bawalah semua kerinduanku kepadanya yang telah gugur ini.
Angin,
Biarlah kenangan ku bersama nya menjadi daun yang mengering.
Daun yang mengering kemudian hancur, lalu kau bawa terbang sesuka hatimu.
Bantu aku angin, bantu aku membiarkan kenangan ku ini selayaknya daun itu.
Angin,
Bawa aku pergi.
Bawa aku pergi untuk melupakan semua ini.
Bawa aku pergi dan jangan biarkan tuk bertemu dia kembali.
Untukmu yang jauh disana
Farah Hidayatul
Depok, 22 Agustus 2016







0 comments:
Post a Comment